Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Jual Ponsel 400 Ribu Demi Nasi Bungkus dan Menemani Anak

Jual Ponsel 400 Ribu Demi Nasi Bungkus dan Menemani Anak

Written By Dre@ming Post on Rabu, 13 Januari 2016 | 8:17:00 AM

Nengah Wage (43) tampak menemani putrinya, Komang Dewi Alisia Putri (5), yang mengalami patah tulang di ruang angsoka 302 RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (12/1/2016).
DENPASAR - Nengah Wage (43) seringkali terlihat mondar mandir di area Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, sembari menawarkan ponsel miliknya.

Ia hendak menjual ponsel tersebut demi membeli nasi bungkus.

"Saya jual 400 ribu untuk beli nasi bungkus," katanya.

Pria yang tinggal di Tabanan ini sudah 11 hari berada di ruang Angsoka.

Putrinya, Komang Dewi Alisia Putri (5), mengalami patah tulang di bagian paha kanan dan dirawat di ruangan tersebut.

Ia mengalami patah tulang akibat kecelakaan tunggal, ketika hendak merayakan Tahun Baru di Gianyar, Kamis (31/12/15).

Putrinya kini hanya bisa tertidur dalam kondisi kaki terikat, supaya tulangnya tetap berada di posisi yang benar.

Ia mengakui, setiap hari harus menggantungkan hidupnya dari belas kasihan orang.

"Biasanya saya dikasih uang atau nasi bungkus untuk makan dari penunggu pasien lain," jelasnya.

Wage yang mengaku sehari-hari bekerja mencari barang rongsokan ini, harus berpikir untuk mencari biaya operasi putrinya sebesar Rp 11 juta.

Sedangkan kartu JKBM yang ia miliki hanya bisa digunkan untuk biaya perawatan dan pengobatan.

"Dokter sudah menyarankan untuk dioperasi dengan biaya Rp 11 juta, tapi saya sama sekali tidak memiliki uang," keluhnya.

Sementara itu, istrinya hanya bisa tergolek lemas di atas kasur rumahnya karena mengidap penyakit lupus sejak dua tahun lalu.












sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    3 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

MUDP Tak Larang Kremasi Hanya Harus Lapor Bendesa

"Tapi kami juga tidak melarang krama melakukan kremasi, sepanjang itu bisa dilakukan di desa pakraman yang nantinya sama-sama menjag...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen