Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Sudah Merajalelakah Terorisme di Bali?

Sudah Merajalelakah Terorisme di Bali?

Written By Dre@ming Post on Selasa, 19 Januari 2016 | 8:02:00 AM

Sopir Camat Buleleng, Ida Bagus Wismarta menunjukkan surat ancaman teror bom di Kantor Camat Buleleng, Senin (18/1/2016). (Pojok kiri atas). Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan menghadiri acara Pengukuhan Bendesa Pekraman Lokasari, di Balai Lingkungan Ketugtung Kelurahan Loloan Timur Kecamatan Jembrana, Jembrana, Bali, Senin (18/1/2016). (Pojok kanan atas). Polisi melakukan sweeping di kawasan indekos Jalan Jalak Putih Singaraja,Bali, Senin (18/1/2016)  (pojok kanan bawah)
Beredar, Surat Ancaman Bom dalam Kresek Hitam di Buleleng, Bali

SINGARAJA - Kantor Camat Buleleng di Jalan Kartini, Singaraja, Bali mendapatkan surat kaleng berisi teror ancaman bom, Senin (18/1/2016).

Surat itu diberikan seseorang tidak kenal kepada sopir Camat Buleleng, Ida Bagus Wismarta sekitar pukul 09.30 Wita.

Wismarta menuturkan, ketika itu ia akan berangkat mengantarkan Camat Buleleng, Dewa Made Ardika untuk menghadiri rapat di Lovina, Buleleng.

Pagi itu, ia mempersiapkan mobil di depan kantor, sementara ia berdiri di samping mobil.

Saat itu, ia sedang melihat seseorang mengendarai sepeda motor Honda Supra X hitam silver plat AG sedang mondar-mandir di depan kantor.

Ia pun tanpa merasa curiga mendekati dan bertanya kepada pria tak dikenal itu.

“Dia jawab sedang cari kantor wilayah kecamatan, saya tanya lagi kecamatan Buleleng pak? Dia jawab iya. Sudah gitu dia menyerahkan surat dalam kresek hitam. Saya sarankan bapak itu masuk, dia jawab titip sama bapak saja. Akhirnya saya terima, posisi surat kalau surat ada lipatan lem itu yang di atas, saya ambil itu pakai kresek hitam, baru saya mau balik dia lari ke selatan,” ujarnya.

Ia mengaku tidak tahu secara persis ciri-ciri orang tak dikenal itu.

“Dia pakai helm ungu KYT, pakai jaket hitam, celana jeans biru tua. Wajahnya saya gak begitu lihat, ada kumis tipis, logatnya Jawa kental. Kalau dari wajahnya usianya sekitar 40 tahunan,” ungkapnya.

Ia lantas menyerahkan surat itu ke petugas Front Office (FO) di kantornya.

Seorang petugas FO yang menerima surat, Kiki Yudhiartama mengatakan, usai mendapatkan surat dari sopir, ia membukanya dan menyerahkan surat yang telah dibuka itu kepada Camat Buleleng.

“Dia terima surat kasih saya, saya buka langsung saya kasih pak camat. Pak camat langsung keluar, cuma dibaca sebentar saja langsung tutup map dan pergi ke Lovina,” katanya.

Dalam surat itu tertulis jika teroris kini sudah masuk wilayah Denpasar dan Buleleng.

Surat itu berisi ancaman jika teroris akan meledakkan sejumlah objek vital di dua wilayah ini.

Surat tersebut kini telah menyebar pada masyarakat melalui whatsapp maupun BBM.

Buru Pengantar Surat Teror Bom, Polisi Sweeping Indekos di Singaraja

SINGARAJA - Satuan polisi dari Polsek Kota Singaraja menyisir sejumlah rumah indekos di beberapa wilayah Kota Singaraja, Senin (18/1/2016).

Penyisiran ini dilakukan menyusul adanya surat ancaman teror bom di Kantor Camat Buleleng Jalan Kartini, Singaraja, Bali.

Sejumlah personil polisi yang melakukan penyisiran itu bahkan dilengkapi dengan senjata laras panjang dan rompi anti peluru.

Mereka mendatangi satu per satu rumah kos dan memeriksa identitas para penghuninya.

Beberapa di antaranya adalah tempat kos di wilayah Jalan Jalak Putih Singaraja.

Seseorang tidak dikenal yang mengantarkan surat kaleng ke Kantor Camat Buleleng diduga berdomisili di wilayah ini.

Namun dugaan polisi ini masih belum terbukti karena selama penyisiran di Jalak Putih, polisi masih belum menemukan ciri-ciri orang yang dimaksud.

Begitupula dengan sepeda motor Honda Supra X warna Silver berplat AG yang digunakan orang tersebut untuk mengantarkan surat.

“Kami lakukan penyelidikan sesuai identitas yang dikumpulkan di kepolisian, seluruhnya akan bekerjasama melakukan mengejaran. Sepeda motor berplat AG yang digunakan pelaku masih diselidiki,” kata Kapolsek Kota Singaraja, Kompol I Nyoman Suarnata.

Setelah Kantor Camat, Kawasan Wisata 'Lumba-Lumba' Lovina Juga Diteror Bom

SINGARAJA – Setelah kantor camat Buleleng, kawasan wisata Lovina, Buleleng, Bali pun juga tidak luput dari ancaman teror bom.

Teror ini disampaikan melalui surat kaleng yang diberikan kepada seorang warga Desa Kalibukbuk, desa yang menjadi jantung pariwisata Lovina.

Perbekel Kalibukbuk, Ketut Suka mengatakan, seorang warganya mengirimkan foto surat ancaman itu kepadanya melalui pesan Black Berry Massanger (BBM) siang hari saat ia sedang rapat.

Surat itu setelah dicocokkan isinya sama dengan yang dikirimkan di Kantor Camat Buleleng.

“Siang tadi ada salah-satu warga yang mengirimkan foto surat kepada saya melalui BBM. Saya balas pesannya supaya warga tetap tenang tetapi juga harus berhati-hati,” ujar Suka, Senin (18/1/2016).

Kini ia sudah meneruskan laporan warganya itu kepada polisi agar segera ditindaklanjuti.

Ia berharap ancaman bom itu tidak mengganggu kondusifitas kawasan Lovina.

Kekhawatiran Suka bukannya tanpa alasan, sebab selama ini Lovina yang dikenal dengan wisata atraksi lumba-lumba di pantainya itu ramai dikunjungi wisatawan.

Baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom).

Ia sudah menghimbau kepada warganya agar tetap waspada dan segera melapor jika menjumpai orang tidak dikenal yang mencurigakan di lingkungannya.

Upaya ini menurutnya adalah salah-satu langkah efektif untuk mengantisipasi aksi terorisme.

“Kami sudah berkordinasi bersama warga. Mereka supaya tetap waspada, dan terhadap ancaman yang ada, apalagi ini Lovina ini adalah kawasan pariwisata. Tolong supaya semuanya hati-hati, kalau ada mencurigakan langsung laporkan kepada aparat keamanan,” pungkasnya.

Wabup Jembrana: Jika Terpancing Isu Bom, Misi Teroris Berhasil

NEGARA - Pasca-terjadinya aksi terosrisme di Jakarta, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, mengingatkan masyarakat Jembrana, Bali untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang terkait dengan aksi teror dan pengeboman.

Bila itu terjadi maka itu berarti kelompok-kelompok radikal dan teroris yang mengancam keamanan misinya berhasil.

Wabup Kembang mengajak seluruh masyarakat untuk melawan radikalisme dan terorisme dengan cara tidak terpancing isu-isu bom.

Hal itu dikatakan Kembang saat menyaksikan Pengukuhan Bendesa Pekraman Lokasari di Balai Lingkungan Ketugtung Kelurahan Loloan Timur Kecamatan Jembrana, Senin (18/1).

Selain itu di hadapan tokoh-tokoh masyarakat di Kelurahan Loloan Timur, Wabup Kembang menegaskan untuk tidak pernah takut dengan terorisme.

”Jangan sampai terpancing dengan isu-isu bom. Radikalisme dan terorisme harus kita lawan,“ tegas Kembang.

Saat pengukuhan bendesa, Wabup Kembang yang hadir mewakili Bupati Jembrana I Putu Artha mengapresiasi positif proses pemilihan Bendesa Pekraman yang dilakukan dengan musyawarah mufakat dan secara aklamasi memilih I Gustu Putu Darmawangsa sebagai Bendesa Pekraman Lokasari menggantikan I Kade Suama.

“Saya bangga dengan proses pemilihan bendesa di Lokasari ini, yang berlangsung dengan baik melalui musyawarah mufakat,“ ujar Kembang.

Ia berharap ke depannya Desa Pekraman Lokasari lebih baik lagi. Seorang bendesa, menurut Kembang, harus bisa menjadi pengayom umat dengan membuat suasana desa yang aman, nyaman dan damai.

Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Pekraman Lokasari I Komang Suarta menyebutkan, dari dua Banjar Pekraman yang ada yaitu Banjar Pekraman Ketugtug dan Banjar Pekraman Lokasari, keduanya mengajukan nama I Gusti Putu Darmawangsa sebagai calon bendesa.

Setelah dilakukan musyawarah Darmawangsa akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Bendesa Pekraman Lokasari.

Upacara pengukuhan yang dilakukan oleh Majelis Madya Desa Pekraman Kabupaten Jembrana, disaksikan oleh Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa, Ketua PHDI Kabupaten Jembrana I Komang Arsana dan Camat Jembrana I Gusti Ngurah Sumberwijaya.

Suaminya Masuk ISIS, Istri Dibiarkan Telantar di Bali

JAKARTA - Istrinya ini dibiarkan telantar di Bali, sejak sang suami pergi tanpa pesan, 5 April 2014 silam, dan kemudian mengikuti pelatihan tempur ISIS di Suriah.

Kisah soal istri di Bali ditelantarkan suami yang masuk ISIS ini diceritakan oleh teman perempuan tersebut sebagaimana dikutip detikcom dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (17/1). Tidak disebutkan, nama pria yang masuk ISIS dan istrinya yang ditelantarkan di Bali tersebut.

Pasangan suami isttri ini disebutkan menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Denpasar, 18 Desember 2009 silam. Baik si suami maupun istrinya merupakan orang berpendidikan yang sama-sama lulusan S1. Sang suami menjadi karyawan sebuah perusahaan biro perjalanan (travel), sementara istrinya bekerja di bidang perhotelan.

Hubungan pasutri yang menikah di KUA Denpasar ini awalnya cukup harmonis, rukun, dan bahagia, sampai kemudian perselisihan mulai terjadi di antara mereka. Perselisihan berawal ketika sang suami mengutarakan niatnya untuk bergabung dengan ISIS, 1 Januari 2013, tapi istrinya menolak keras.

Karena keinginan masuk ISIS ditolak, terjadi kemudian perselisihan panjang dan adu mulut yang tak berkesudahan pasutri yang sama-sama bergelar sarjana ini. Apalagi, sang suami juga mengajak istrinya untuk ikut bergabung menjadi anggota ISIS dan pergi ke Suriah.

"Si suami dan teman-teman suaminya sering meneror istrinya, baik lewat SMS maupun telepon. Tujuannya, agar di si istri mau bergabung dengan organisasi tersebut (ISIS)," ungkap teman si istri.

Menurut dia, masukan-masukan dan penolakan sang diabaikan suaminya. Nah, pada 5 April 2014, si suami meninggalkan rumahnya di Bali tanpa pesan. Padahal, sebagai Muslim, sang suami seharusnya berkewajiban menafkahi istrinya. Namun, hal itu tidak dilakukan, sang suami menelantarkan istrinya.

Setelah ditunggu sang istri selama setahun, suaminya juga tanpa ada kabar. Karena penantian panjangnya yang tanpa kabar, si istri kemudian menggugat cerai suaminya yang masuk ISIS tersebut ke Pengadilan Agama (PA) Gianyar. "Suaminya sudah berada di Suriah dan telah mengetahui permohonan cerai. Dia tidak keberatan (digugat cerai)," ujar teman sang istri.

Atas fakta tersebut, PA Gianyar akhirnya mengabulkan gugatan cerai si istri yang suaminya masuk ISIS. "Mengabulkan gugatan penggugat dengan verstek," bunyi putusan majelis hakim PA Gianyar yang terdiri dari Nur Lailah Ahmad, M Taufiq Rahmani, dan Andriyanti.

Ketiga hakim mengutip kitab Ghoyatul Marom yang berbunyi ‘di waktu istri sudah sangat tidak senang kepada suaminya, maka hakim diperkenankan menjatuhkan talak si suami’. Selain itu, majelis hakim PA Gianyar juga merujuk Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah No 9/1975 jo Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam Indonesia yang menyatakan bahwa antara suami istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran, tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. "Menjatuhkan talak satu ba'in shugra tergugat terhadap penggugat," ujar majelis dengan suara bulat.

Sebelumnya, Polda Bali sempat membentuk tiga Satuan Tugas (Satgas) untuk menangkal jaringan ISIS. Apalagi, salah satu dari 16 WNI yang menghilang di Turki dan diduga bergabung dengan ISIS, diketahui pernah selama belasan tahun tinggal di Denpasar. Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hery Wiyanto, 30 Maret 2015 lalu.

Menurut Hery Wiyanto, pembentukan Satgas tangkal ISIS menjadi sangat urgen, karena salah satu dari 16 WNI yang hilang itu pernah tinggal di Denpasar. Tapi, orang itu bulan lelaki, namun seorang perempuan berinisial SA, 23. “Setelah menikah, SA kemudian tinggal di Solo, Jawa Tengah,” katanya. “Tapi, orangtuanya masih tinggal di Bali dan mengaku hilang kontak setelah putrinya itu (SA) berangkat ke Suriah bersama suami dan anaknya,” lanjut Hery ungkap Hery kala itu.






sumber : nusabali, tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Tanpa Urunan, PDIP Gotong Royong Menangkan KBS-Ace

DENPASAR - Kader PDIP gotong-royong dalam memenangkan KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati), pasangan Cagub-Cawagub ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen