Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Belajar Dari Ahok KBS Bumikan Pancasila, "Jangan Maki Orang"

Belajar Dari Ahok KBS Bumikan Pancasila, "Jangan Maki Orang"

Written By Dre@ming Post on Selasa, 25 April 2017 | 9:36:00 AM

KBS (tengah) - Belajar dari pengalaman pahit di Pilgub DKI Jakarta 2017 itu, politisi berjuluk KBS (Koster Bali Satu) ini mengimbau para kader PDIP agar hati-hati dan santun jika bicara kepada masyarakat. “Jangan maki-maki orang, jangan musuh-musuhin orang. Jangan sampai kontra produktif,” tegas politisi militan PDIP asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini.
GIANYAR - Ketua DPD PDIP Bali Dr Ir Wayan Koster MM minta para kader Banteng di Bali agar menjadikan kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot) di Pilgub DKI Jakarta 2018 sebagai pelajaran berharga.

KBS Roadshow Bumikan Pancasila dan Konsolidasi PDIP. Intinya, para kader PDIP diingatkan jangan pernah sombong dengan menyatakan ‘sudah pasti menang’.

Warning ini disampaikan Wayan Koster selaku anggota MPR RI, anggota Komisi X DPR RI, dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dalam rapat dengar pendapat dengan komponen masyarakat Gianyar di Wantilan Kantor DPC PDIP Gianyar kawasan Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Sabtu (22/4). “Dari prediksi awal, Ahok-Djarot diperkirakan dapat 70 persen suara. Tapi, malah anjlok di tengah jalan. Padahal, partai sudah solid,” jelas Koster .

Belajar dari pengalaman pahit di Pilgub DKI Jakarta 2017 itu, politisi berjuluk KBS (Koster Bali Satu) ini mengimbau para kader PDIP agar hati-hati dan santun jika bicara kepada masyarakat. “Jangan maki-maki orang, jangan musuh-musuhin orang. Jangan sampai kontra produktif,” tegas politisi militan PDIP asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini.

Terkait tarung Pilgub Bali 2018, Koster meminta para kader Banteng tidak usah memikirkan figur lain dari PDIP selain dirinya. Menurut Koster, untuk Pilgub Bali hanya ada KBS. Dia menekankan agar tidak terbawa isu kader dan non kader yang dianggap potensial mendapatkan rekomendasi DPP PDIP. “Jangan terbawa arus pihak lain. Saya orang prinsipil dalam berpartai. Untuk Cagub Bali 2018, figur yang akan maju pasti kader, jangan lagi mikir yang lain,” pintanya.

Koster mengakui, untuk Pilgub Bali 2018, ada keinginan beberapa kader internal PDIP agar yang maju paket kombinasi kader-kader. Namun, aspirasi di lapangan berbeda. “Untuk paket ini, wilayahnya DPP. Tawaran orang ingin jadi Wagub Bali (untuk tandem dengan kader PDIP) banyak. Tapi jangan terjebak pada iming-iming biaya murah,” katanya.

Dalam acara dengar pendapat di Wantilan Kantor DPC PDIP Gianyar, Sabtu kemarin, Wayan Koster didampingi Ketua Bappilu DPD PDIP Bali I Gustu Ngurah Alit Kesuma Kelakan, Wakil Ketrua Bidang Kaderisasi DPD PDIP Bali Nyoman Parta, dan Wakil Ketua Departemen Hukum & HAM DPD PDIP Bali I Made Suparta.

Acara hari itu juga dihadiri Ketua DPC PDIP Gianyar Made Agus Mahayastra (Calon Bupati Gianyar di Pilkada 2018), Sekretaris DPC PDIP Gianyar yang notabene Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta, jajaran penmgurus DPC PDIP, serta 300 kader.

Rapat dengar pendapat di Wantilan Kantor DPC PDIP Gianyar hari itu digelar Wayan Koster sekaligus untuk membumikan Pancasila sebagai ideologi bangsa di bawah bayang-bayang disintegrasi, akibat adanya pihak-pihak yang ingin me gubah dasar negara dengan paham lain. Dengar pendapat ini bertujuan untuk menggali aspirasi dari masyarakat terkait tema 'Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi Bangsa dan Negara'.

Dalam acara tersebut, KBS memaparkan makalah berjudul 'Pembumian Pancasila dalam Bingkai Kehidupan Berbangsa dan Bernegara'. KBS menegaskan, membumikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa dan negara Indonesia sangat penting dilaksanakan, setelah mendapat rongrongan dari kelompok-kelompok radikal yang ada di Indonesia.

"Sebuah sinyalemen adanya keinginan dari sekelompok orang atau golongan yang ingin mengganti Panacasila sebagai ideologi negara. Tentunya, sebagai bangsa yang tidak ahistoris, kita patut untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dengan cara membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai Bintang Penuntun (leitstar), dan menjadikan Pancasila sebagai way of life dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas KBS. Pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat termasuk di dalamnya kader dan simpatisan PDIP untuk bersama-sama menjaga dan membumikan Pancasila.

Dalam kesempatan itu, KBS selaku Ketua DPD PDIP Bali sekaligus melaksanakan konsolidasi internal partainya menghadapi hajatan Pilkada serentak, 27 Juni 2018 mendatang (Pilgub Bali 2018, Pilkada Gianyar 2018, Pilkada Klungkung 2018). Untuk Pilkada Gianyar 2018, PDIP akan usung pasangan Made Agus Mahayastra-AA Gde Mayun (Paket Aman).

KBS mengintruksikan agar mengkonsolidasikan struktur partai mulai dari tingkat DPD PDIP, DPC PDIP, PAC PDIP, Ranting PDIP, Anak Ranting PDIP, hingga kader dan simpatisan, supaya betul-betul solid. "Dari struktur partai hingga kader dan simpatisan harus solid, jangan sampai pecah internal. Kalau ada persoalan harus segera diselesaikan," kata KBS seraya menegaskan dirinya telah siap sekala niskala sebagai Calon Gubernur Bali 2018.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Gianyar yang sekaligus Cagub Gianyar 2018, Made Agus Mahayastra, meluruskan penilaian masyarakat yang menyatakan di internal partainya ada kelompok-kelompokan jelang pilkada 2018. Disebutkan, ada kelompok Mahayastra, kelompok Nyoman Parta (Ketua Komisi IV DPRD Bali dari Fraksi PDIP Dapil Gianyar), dan kelompok Kadek Diana (Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali dari Dapil Gianyar).

Menurut Mahayastra, isu kelompok-kelompokan tersebut tidaklah benar. “Itu sama sekali tidak ada. Kita kompak. Kekompakan ini hanya ada pada PDIP di Kabupaten Gianyar,” tandas Mayasatra yang kini masih menjabat Wakil Bupati Gianyar 2013-2018.

Mahayastra menjelaskan, tahapan Pilkada Gianyar akan dimulai Agustus 2018. Namun, calon lawan untuk PDIP hingga kini belum keliatan. Mahasayra pun berharap DPP PDIP bisa segera menurunkan rekomendasi Paket Aman, setidaknya Juli 2017 mendatang.










sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen