Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Tak Buka Jalur Mandiri, Ini Dua Jalur Masuk Unud

Tak Buka Jalur Mandiri, Ini Dua Jalur Masuk Unud

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 01 April 2017 | 10:04:00 AM

Ia menyampaikan bahwa pihaknya meniadakan jalur mandiri yang biasanya menjadi seleksi ketiga atau terakhir masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) setelah jalur SNMPTN dan SBMPTN.
DENPASAR - Rektor Universitas Udayana, Ketut Suastika mantapkan bahwa seleksi masuk ke Universitas Udayana di tahun ajaran 2017/2018 mendatang hanya akan membuka dua jalur saja.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya meniadakan jalur mandiri yang biasanya menjadi seleksi ketiga atau terakhir masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) setelah jalur SNMPTN dan SBMPTN.

Dengan persentase kuota masing-masing jalur tersebut, yakni minimal 30 persen dari kuota total untuk jalur SNMPTN, maka sisanya akan digunakan untuk jalur kedua atau SBMPTN.

"Sudah ditetapkan bahwa kami (Unud) di tahun ini akan meniadakan jalur Mandiri. Jadi 30 persen minimal untuk SNMPTN dan sisanya, sekitar 70 persen untuk SBMPTN. Dua jalur saja, toh sebenarnya SBMPTN dan Mandiri sama-sama tes, jadi lebih baik salah satu saja," ujar Suastika.

Namun, Ia menambahkan bahwa akan ada jalur mandiri secara conditional bagi program studi yang belum terpenuhi daya tampungnya atau sepi peminat. Di mana jalur mandiri ini melihat dulu dari hasil SBMPTN yang rencananya akan digelar pada sekitar bulan Juni dan Juli mendatang, tepatnya usai proses SNMPTN rampung.

"Jalur Mandiri akan dibuka untuk program studi yang belum terpenuhi daya tampungnya. Jadi lihat hasil SBMPTN, kalau kondisinya masih belu. terpenuhi maka bisa lewat jalur mandiri " ujarnya.

Made Damriyasa, Wakil Rektor 1 Unud menambahkan bahwa penambahan Jalur Mandiri yang dimaksud adalah mengacu pada hasil SBMPTN yang dilaksanakan sebelumnya. Jadi jika nantinya jalur ini harus dibuka karena ada prodi yang masih belum terpenuhi daya tampungnya, maka syarat utamanya adalah peserta yang telah mendaftar dan mengikuti SBMPTN sebelumnya.

Jadi dengan hasil SBMPTN tersebut maka pendaftar di jalur mandiri tidak perlu melaksanakan tes lagi.

"Peraturan Menterinya seperti itu. Jadi Jalur Mandiri ini syaratnya untuk peserta yang sebelumnya mengikuti SBMPTN. Hasil tes di SBMPTN itu yang akan digunakan untuk ke jalur mandiri, jika memang masih ada prodi yang belum terpenuhi daya tampungnya," ujar Damriyasa.

Untuk SBMPTN sendiri besaran biaya yang akan dikenakan kepada calon mahasiswa pendaftar adalah sebesar Rp 200 ribu. Besaran ini sama seperti yang ditetapkan pada SBMPTN di tahun 2016 yang lalu. Pelaksanaan SBMPTN ini akan diselenggarakan setelah SNMPTN dan pengumuman kelulusan siswa SMA dan SMK.

Sementara jalur mandiri yang dibuka bagi prodi yang sepi peminat masih belum diketahui besaran biayanya karena masih akan dirapatkan oleh pihak Unud.

"Nanti akan kami susun di universitas. Berapa yang akan dibayarkan maka nanti akan kami umumkan. Yang mandiri kan lanjutan dari SBMPTN harusnya biayanya lebih kecil. Pastinya lebih efisien," tambahnya.











sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen