Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Gubernur Kritik Penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk Di Bali

Gubernur Kritik Penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk Di Bali

Written By Dre@ming Post on Selasa, 19 Maret 2019 | 11:43:00 AM

Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace
DENPASAR - Keberhasilan program KB dua anak justru kurang membahagiakan karena hilangnya nama-nama seperti Nyoman dan Ketut

Penurunan laju pertumbuhan penduduk di Bali justru mengundang kritik dari Gubernur Bali Wayan Koster. Menurutnya hal itu bukanlah sebuah prestasi dan justru mengancam budaya warisan leluhur, karena hilangnya nama-nama seperti Nyoman dan Ketut.

Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan dan membuka Rapat Koordinasi Daerah Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Senin (18/3).

Gubernur Koster mengataka, tren pertumbuhan penduduk di Bali dalam lima tahun terakhir tergolong stagnan. “Artinya yang lahir sama yang hidupnya berakhir hampir berimbang. Dan sudah saya dalami per kabupaten datanya. Pertumbuhannya relatif kecil,” katanya.

Koster sempat menyinggung Mars KB yang tidak menyinggung soal pengurangan jumlah. Justru, Ia menambahkan sesuai dengan mars tersebut, prestasi di bidang kependudukan adalah bagaimana membangun keluarga yang sehat, cerdas dan kuat.

Sebelumnya dalam laporannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana menyampaikan laju pertumbuhan penduduk Bali menurun dari 2,31% pada tahun 2010 menjadi 2,14% pada tahun 2017. Selain itu terjadi pula penurunan angka kelahiran total dari 2,3 pada tahun 2012 menjadi 2,1 per wanita usia subur pada tahun 2018. “Penurunan ini selain sebagai dampak penggunaan kontrasepsi yang telah mencapai 54,8% bagi pasangan usia subur, juga meningkatnya media usia kawin pertama perempuan dari 21,9 tahun menjadi 22,1 tahun,” kata Catur Sentana.
Gubernur Koster mengakui bahwa angka tadi menunjukkan program keluarga berencana dua anak di Bali relatif berhasil dari segi angka. Namun bagi masyarakat Bali data itu justru kurang membahagiakan karena hilangnya nama-nama seperti Nyoman dan Ketut. “Jadi ada bagian dari warisan leluhur kami ini hilang,” kata gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, ini.

Mantan anggota DPR RI ini mengatakan akan mengubah paradigma kependudukan di Bali dengan tidak lagi fokus pada pengurangan jumlah namun bagaimana membangun keluarga yang berkualitas dan direncanakan dengan baik. Ia berharap dengan paradigma ini melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, berdaya saing, produktif dan berkontribusi.







sumber : Nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Gara-gara Ucapkan Ini, Jokowi Minta Maaf Berkali-kali Pada Warga Bali

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memboyong keluarga termasuk istri, anak, menantu-menantu, dan cucu-cucunya untuk membuka dan mel...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen