Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » Sopir Korban Dipastikan Jadi Tersangka

Sopir Korban Dipastikan Jadi Tersangka

Written By Dre@ming Post on Selasa, 21 Februari 2012 | 3:09:00 PM

Selasa, 21 Februari 2012 15:09

Hasil Autopsi, Tiga Korban Meninggal karena Dipukul Benda Tumpul

Made Purnabawa
DENPASAR - Hasil autopsi terhadap Made Purnabawa, istrinya, dan putrinya menunjukkan mereka tewas akibat pukulan benda keras di bagian kepala. Pukulan mematikan ini menyebabkan cedera berat di bagian kepala.

"Pemeriksaan luar luka dominan di wajah, ada memar dan patah tulang di wajah dan pendarahan otak, patah tulang berkeping dan rahang. Ini akibat pukulan benda keras tumpul yang berat, bisa tongkat kayu atau besi," jelas Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah dr Dudut Rustyadi, Selasa (21/2).

Mengenai anak Made Purnabawa yang dikabarkan lehernya putus, Dudut membantah dan mengatakan itu karena proses pembusukan, bukan akibat kekerasan.

"Itu bukan karena kekerasan, tengkoraknya lepas karena sudah membusuk, umur belatung menunjukkan mayat sudah membusuk 5 hingga 7 hari. Ketiganya dibunuh dalam waktu bersamaan," kata Dudut.

Untuk sementara ketiga jenazah masih dititipkan di kamar jenasah RSUP Sanglah Denpasar. Bagian forensik RSUP Sanglah masih terus mendalami pemeriksaan untuk memastikan ketiga jenazah memang benar Jenazah Made Purnabawa, istri, dan

putrinya.

Pihak keluarga Made Purnabawa memastikan acara pengabenan akan dilakukan Selasa (28/2) mendatang di setra Desa Adat Peminge. Kepastian itu disampaikan paman korban, Jero Mangku Dery, ketika ditemui Selasa (21/2) di rumah duka Banjar Peminge, Kuta Selatan.

Menurut Jero Mangku Dery, kesepakatan untuk melakukan pengabenan tanggal 28 Februari setelah sebelumnya menanyakan ke Ida Pedanda. Selanjutnya, jenazah ketiganya masih dititipkan sementara di RS Sanglah sampai proses pengabenan berlangsung. Kenapa dititipkan?
"Karena kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan berada di rumah, juga karena untuk kenyaman keluarga
dan masyarakat. Jika mayat dibawa ke rumah, khawatir pihak keluarga ada yang tidak siap dan bisa menimbulkan hal-hal tidak diinginkan," jawabnya.

Pihak keluarga sendiri telah menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mengusut tuntas pelaku pembunuhan. Sampai sekarang, keluarga belum mendapatkan informasi soal dugaan tersangka pelaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin (20/2) pagi ditemukan mayat Mr X di sebuah kebun milik I Gusti Kadek Dandra di Banjar Sumbul, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali. Mayat pertama kali ditemukan oleh I Gusti Putu Igung Yasa pada saat dirinya hendak BAB.

Selanjutnya saksi memberitahukan adiknya, I Gusti Agung Kadek Sutarasa, untuk memastikan bahwa itu memang mayat, yang
kemudian dilaporkan ke kelian banjar setempat. Berdasarkan keterangan warga bau mulai tercium sejak 4 hari alu namun dikira bangkai binatang.

Setelah dilakukan evakuasi terhadap penemuan mayat Mr X, di bawahnya ditemukan kembali 1 mayat perempuan yang menggunakan pakaian singlet warna merah muda tanpa menggunakan celana, ditemukan juga barang-barang berupa boneka kelinci warna pink, bantal hati, bad cover warna coklat tua, HP Balckberry warna hitam, HP Nexian warna putih, remote TV LG, sandal jepit
warna hitam dan kayu berukuran 60 cm.

Kemudian kurang lebih 10 m dari tempat penemuan dua mayat tersebut, ditemukan kembali 1 mayat perempuan yang diperkirakan berusia 9 tahun yang terbungkus bad cover yang mana tengkorak kepala terpisah kurang lebih 2,5 m dari badan. Saat ini, ketiga
mayat sudah disimpan di kamar jenazah RS Sanglah.

Made Purnabawa dan istrinya Ni Putu Ayu Mahayoni serta anaknya hilang dari perumahan Kampial Residende Jumat lalu. Mobil dan sepeda motor juga dilaporkan hilang. Saat dilakukan olah TKP, polisi menemukan bercak darah di kamar korban. Bersama mereka,hilang juga pembantu keluarga itu yang masih ada hubungan keluarga

Sopir Korban Dipastikan Jadi Tersangka

DENPASAR - Polisi memastikan jika Heru Ardianto akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sebuah keluarga yang tinggal di Kampial Residence Nusa Dua Bali. Saat ini polisi terus memburu Heru yang selama ini adalah sopir pasangan I Made Purnabawa, 27, dan Ni Luh Ayu Sri Mahayoni, 27, beserta anaknya Ni Wayan Ayu Risna Dewi, 9, yang ditemukan tewas mengenaskan di Kabupaten Jembrana, Bali.

Setelah memeriksa 15 orang saksi dan mengumpulkan bukti dan informasi di lapangan, akhirnya polisi mulai mencurigai sang sopir. Heru diduga sebagai pelaku dalam pembunuhan sadis satu keluarga yang tinggal di Kampial Residence Kecamatan Kuta Selatan, Badung..

"Ya, kecurigaan kita mengarah pada dia sebagai pelaku, sebab dia tidak diketahui keberadaanya bersamaan hilangnya korban," beber Kapolresta Denpasar Kombes I Wayan Sunartha, Selasa (21/2).

Keterangan sejumlah saksi juga menguatkan Heru terakhir pergi bersama korban menaiki mobil Kijang Innova Silver yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Sampai hari ini, Heru dan istri serta anaknya yang ikut raib belum juga ditemukan.

"Orang tua si istri mengatakan sebenarnya tidak setuju dengan Heru," imbuh Sunartha.

Namun, ketidaksetujuan mertua Heru terkait apa masih didalami. Yang pasti, pihaknya telah membentuk tim dari Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polsek Kuta Selatan, guna melakukan pengejaran.

Sunartha meyakini pelaku masih bersembunyi di Bali beserta mobil Innova yang dilarikannya. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian Bali bahkan Polda Jatim guna melacak keberadaan pelaku.




Sumber : MICOM
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen