Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Aruoouuhhchhh ...Ke Bangkok, Perbekel Hanya Bayar Rp 5,4 Juta

Aruoouuhhchhh ...Ke Bangkok, Perbekel Hanya Bayar Rp 5,4 Juta

Written By Dre@ming Post on Rabu, 04 April 2012 | 4:45:00 AM

Rabu, 4 April 2012, 04:49

Bangkok
MANGUPURA - Perjalan puluhan perbekel dan lurah se-Kabupaten Badung sempat memancing pertanyaan banyak pihak, terutama mengenai dana yang dipergunakan. Ketua Forum Perbekel Kabupaten Badung I Nyoman Mesir, yang ikut dalam perjalanan ke Bangkok ini, Selasa (3/4), mengatakan, perjalanan yang dilakukannya bersama puluhan perbekel dan lurah ini dananya bersumber dari pribadi. Masing-masing peserta dikenai biaya sebesar Rp 5,4 juta. Biaya tersebut komplet untuk penerbangan, berwisata, penginapan, dan makan selama tiga hari dua malam. Hal serupa dikemukakan Lurah Benoa Wayan Solo.

Lepas dari persoalan tersebut, Mesir mengatakan perjalanan yang telah dilakukan benar-benar menambah wawasan para peserta terutama dalam hal infrastruktur. Dirinya mengaku sangat takjub dengan keadaan pariwisata yang ada di Bangkok. Pasalnya dengan ramainya wisatawan yang datang, lalu lintas tetap saja lancar. Ini mengakibatkan dirinya bersama 55 peserta lainnya membandingkan dengan keadaan lalu lintas
daerah wisata khususnya yang ada di Bali.

“Bali katanya maju pariwisatanya, menurut saya belum, masih perlu kita kembangkan. Kalau keunikan budaya Bali, iya saya akui keunikannya,” ucap Mesir yang merupakan Perbekel Kutuh, Selasa (3/4).

Bahkan, rencana pembangunan jalan di atas perairan (JDP) yang kali ini telah mulai dilakukan menjadi sorotannya. Katanya, dalam pembangunan JDP ini harus dilakukan perencanaan yang matang, khususnya dalam hal jalur putar alternatif jika pertemuan antara ujung JDP dengan jalan Bypass Ngurah Rai malah mengakibatkan penumpukan armada di Nusa Dua.

“Kalau di sana, tempat yang akan dikembangkan itu, yang dibongkar pertama adalah jalan. Kalau di Bali kan lain, setelah ramai baru bikin jalan. Ini telat,” kata Mesir. Tak hanya itu, pengembangan bandara juga menjadi perbandingan baginya. Menurutnya, jika Bali ingin tetap menomorsatukan pariwisata, bandara perlu lebih dikembangkan. Pasalnya, bandara yang ada di Bangkok sangat mendukung pariwisata karena memiliki dua landasan.

Mesir juga menuturkan bahwa di Bangkok tidak ada polisi yang berkeliaran untuk memantau keamanan lalu lintas. Di sana yang dipergunakan adalah CCTV, jadi keadaan lalu lintas dapat terus terpantau dengan lebih mudah.

Setelah ditanya pelajaran yang diterima khususnya untuk desa, Mesir menyimpulkan infrastruktur dalam hal ini jalan adalah hal yang pertama yang harus direncanakan sebelum melakukan pembangunan di bidang lainnya. “Sebelum investor merambah Kutuh, jalan-jalan yang perlu dibuka,” ucapnya.

Namun, Mesir mengaku tidak mengagumi secara penuh Bangkok, karena dari perjalanan yang dilakukan, masih ditemukan kabel-kabel listrik yang semrawut sama seperti di Bali.


sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen