Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Dua Kasus Pembunuhan Masih Misteri, Izin Club Malam New Star Agar Dicabut?

Dua Kasus Pembunuhan Masih Misteri, Izin Club Malam New Star Agar Dicabut?

Written By Dre@ming Post on Jumat, 31 Agustus 2012 | 8:27:00 AM

Jumat, 31 Agustus 2012, 08:09

Dua Kasus Pembunuhan Masih Misteri

ist
Dua kasus pembunuhan, yaitu dengan korban Ricky Mone, 19, yang tewas ditusuk pada, Kamis (16/8) malam lalu di Jalan Anyelir, Denpasar Timur dan pengeroyokan di diskotek News Star pada, Selasa (21/8) lalu yang menyebabkan korbannya Wayan Wetra, 47, tewas hingga kini masih menjadi misteri. Polisi belum berhasil mengungkap dua aksi kekerasan di jalanan ini.

Dalam kasus penusukan mahasiswa bernama Ricky Mone, polisi kabarnya sudah berhasil mengidentifikasi pelaku penusukan. Saat ini polisi masih menyanggongi beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang.

Polisi sendiri juga sudah membuat sketsa wajah pelaku yang sudah disebar untuk mempermudah penangkapan pelaku. Namun hingga saat ini pelaku belum berhasil ditangkap. Aksi penusukan Ricky Mone ini terjadi di Jalan Anyelir pada, Kamis (16/8). Saat itu Ricky dan temannya yang pulang dari Kuta dibuntuti dua orang dengan menggunakan motor. Saat tiba di Jalan Teuku Umar korban sempat ditusuk namun berhasil menghindar. Dari sana lalu terjadi kejar-kejaran hingga akhirnya korban masuk di Jalan buntu di Jalan Anyelir. Korban langsung ditusuk pada bagian perut dan meninggal saat mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara itu, dalam kasus pengeroyokan di New Star pada, Selasa (21/8) lalu hingga menyebabkan korbannya Wetra tewas pada, Kamis (24/8) di RS Sanglah juga belum diungkap. Polisi kini masih berkutat pada pemeriksaan saksi-saksi namun belum berhasil mengidentifikasi pelaku yang diperkirakan berjumlah
lebih dari lima orang ini.

Wetra kabarnya dikeroyok usai keluar dari Diskotik New Star di Jalan Soputan. Sekitar sepuluh orang menghajar Wetra yang sempat senggolan saat dugem di diskotek ini. Wetra tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama 3 hari. Dari pemeriksaan rumah sakit Wetra diketahui mengalami luka bekas pukulan benda tumpul disekujur tubuhnya.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, AKP IB Sarjana yang ditemui, Selasa (28/8) mengatakan sampai saat ini pelaku dua pembunuhan, yaitu dengan korban Ricky Mone dan Wayan Wetra memang belum diungkap. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk segera mengungkap dua kasus besar ini. “Doakan semoga bisa cepat ditangkap pelakunya,” ujar Sarjana.

Izin Club Malam New Star Agar Dicabut

Denpasar, Banyaknya kejadian pengeroyokan ditempat hiburan malam seperti di New Star Denpasar hingga membuat korban meninggal, mengundang keprihatinan banyak pihak. Seperti yang menimpa warga Ungasan Kuta Selatan, Wayan Wetra (47).

Pengeroyokan terjadi pada (21/8/12) dini hari, pukul 04-05. Korban dikroyok 25 orang, dibuat babak belur, mengalami luka pada bagian perut hingga dioperasi dan akhirnya meninggal , Kamis (23/8/12) di RS. Sanglah Denpasar.

Kejadian ini sangat disesalkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali, Wayan Disel Astawa, Jumat (24/8/12). Dikatakannya, kejadian pengeroyokan paliing sering terjadi hingga korban meninggal. Padahal di Bali banyak tempat hiburan malam tetapi tidak pernah terjadi pembunuhan. Buktinya di Grahadi, banyak orang mabuk tetapi jarang yang berkelahi sampai dikroyok. "Kalau sering terjadi pengeroyokan hingga meninggal, keamanan dan kenyamanan New Star perlu dipertanyakan,"tandasnya.

Lantas, dimana tanggungjawab keamanan New Star? Kalau tidak bisa membuat orang yang datang ke tempat hiburan itu aman dan nyaman, lebih baik club hiburan malam New Star ditutup. "Cabut saja izinnya karena tidak bisa menjamin keamanan pengunjung,"tegasnya.

Sementara korban sekarang sudah menjadi mayat dan menurut rencana akan diotopsi, Sabtu (25/8/12) di RS Snglah.
Poliisi PDIP asal Kuta selatan ini mendesak supaya aparat kepolisian mengusut tuntas dan menangkap semua pelaku. "Kalau ini tidak bisa diselesaikan dan menangkap semua pelaku, kemanan Bali semakin terpuruk.

Menurutnya aksi premanisme di Bali masih terjadi. Geng-geng terus bermunculan dan yang ada hanya untuk mengeroyok saja. Sementara pengelolaan tempat hiburan tidak profesional, tidak seperti diluar negeri."Orang ke club malam untuk mencari hiburan sebaliknya yang didapat adalah kematian,"ujarnya.

Kalau pengelolanya profesional, saat kejadian petugas pengamanan seharusnya direlai dan diamankan bahkan disuruh pulang. "Seperti kejadian pada club-club malamnegara lain. Penangungjawab tarik dan diamankan, urusan selesai dan tidak terjadi pembunuhan,"pungkasnya.

sumber : NUSABALI, Nata
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen