Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Langkah Mundur! Wacana Penghapusan Bahasa Inggris untuk SD

Langkah Mundur! Wacana Penghapusan Bahasa Inggris untuk SD

Written By Dre@ming Post on Selasa, 23 Oktober 2012 | 1:47:00 AM

Selasa, 23 Oktober 2012, 01:59

M Nuh - Mentri Pendidikan dan Kebudayaan
DENPASAR - Setelah para pengamat pendidikan di Bali menyatakan keberatannya dengan adanya wacana penghapusan pelajaran Bahasa Inggris untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), kini giliran kalangan Dewan Denpasar yang menyatakan penolakannya. Meski nanti terpaksa diterapkan, untuk Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali minta kekhususan.

Sekretaris Komisi D DPRD yang membidangi Pendidikan, AA Putu Wibawa, mengatakan penghapusan pelajaran Bahasa Inggris oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selain dianggap langkah mundur juga dianggap mengenyampingkan kemajuan teknologi. “Sekarang kalau mau mengakses komputer kan pakai bahasa asing,” katanya didampingi anggotanya I Wayan Warka, Senin (22/10).

Menurutnya, Bahasa Inggris adalah dasar dari ilmu dunia, ilmu internasional, terutama di bidang informasi dan teknologi (IT). Untuk itulah kata dia, jika rencana itu direalisasikan, Denpasar minta muatan khusus Bahasa Inggris yang masuk ke muatan lokal. “Saya kira materi Bahasa Inggris ini masih harus ada, paling tidak dimuatan lokal,” imbuhnya.

Selain itu penghapusan wacana Bahasa Inggris ini juga menurutnya tidak optimal jika hanya dengan alasan untuk mengoptimalkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. “Apa kaitannya dengan penghapusan Bahasa
Inggris, sebetulnya tidak ada korelasinya penghapusan ini,” ulasnya.

Sebelumnya, kalangan pendidikan selain menganggap wacana penghapusan pelajaran Bahasa Inggris sebagai langkah mundur, wacana ini juga diminta untuk ditinjau ulang. Usulan itu disampiakan dua pengamat pendidikan di Bali Dr Ir Putu Rumawan Salain M Pd. dan Drs I Putu Sarjana MSi. “Usulan ini adalah langkah mundur dimana persaingan di era globalisasi ini nanti akan semakin ketat,” kata Putu Sarjana.

Menurutnya, jika rencana ini direalisasikan, maka siswa didik sendiri yang akan dirugikan, dia mencontohkan olimpiade international tingkat SD yang selalu memakai bahasa international. Menurutnya, jika alasan menghapus pelajaran Bahasa Inggris untuk menguatkan Bahasa Indonesia dan bahasa lokal, tidak seharusnya pemerintah menghapus pelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan bahasa inggris bagi Bali kata dia, sangat diperlukan terlebih Bali sebagai tujuan parwisata dunia. Tanpa penggunaan bahasa international ini menurutnya, masyarakat Bali sendiri akan semakin terpinggirkan dan tidak mampu bersaing di tengah kerasnya persaingan. 

sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen