Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Sudikerta Kandidat Terkaya, Pastika Naikan APBD Bali dari Rp 1,8 T Jadi Rp 4 T

Sudikerta Kandidat Terkaya, Pastika Naikan APBD Bali dari Rp 1,8 T Jadi Rp 4 T

Written By Dre@ming Post on Jumat, 12 April 2013 | 7:33:00 AM

Korupsi tidak sesuai dengan nilai-nilai moral. Saya rasa nggak ada yang berani korupsi zaman sekarang korupsi,” tandas Gubernr yang dalam 4 tahun kepemimpinannya berhasil menaikkan APBD Bali dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 4 triliun lebih ini. Sementara itu, Fungsional LHKPN, Agung Kusnandar, menyatakan seluruh harta kekayaan yang diverifikasi di rumah Cagub Pastika kemarin merupakan hasil kerja yang dilpaorkan kandidat bersangkutan sejak menjadi polisi tahun 1974. “Kalau dari hasil usaha nihil,” papar Agung Kusnanda
Cawagub yang diusung Koalisi Bali Mandara, Ketut Sudikerta, menjadi kandidat terkaya dalam Pilgub Bali 2013 dengan harta mencapai Rp 78,8 miliar. Sedangkan kandidat incumbent Made Mangku Pastika (Gubernur yang diusung sebagai Cagub dari Koalisi Bali Mandara) punya kekayaan Rp 7,3 miliar dari 40 tahun bekerja. Tak terbukti punya perusahaan ‘Oleh-oleh’ dan Busa sebagaimana isu sebelumnya, kekayaan Pastika hanya Rp 2 miliar lebih besar dari Cagub Balu yang diusung PDIP, AA Puspayoga.

Tim Klarifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan verifikasi terhadap harta kekayaan Cagub Mangku Pastika dan Cawagub Ketut Sudikerta pada hari yang sama di dua tempat terpisah, Kamis (11/4). Klarifikasi dan verifikasi harta kekayaan Pastika dilakukan di rumah pribadinya di Teras Ayung Denpasar Timur, sementara verifikasi kekayaan Sudikerta dilaksanakan di rumahnya di Jalan Drupadi Denpasar Timur. Pasangan Pastika-Sudikerta alias Pasti-Kerta merupakan paket Cagub-Cawagub yang diusung Koalisi Bali Mandara di Pilgub Bali, 15 Mei 2013 nanti. Sehari sebelumnya, Rabu (10/4), KPK sudah lebih dulu melakukan verifikasi terhadap harta kekayaan pasangan AA Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan alias PAS, Cagub-Cawagub Bali yang diusung PDIP dan PKS. Berdasarkan verifikasi KPK, harta kekayaan Cagub Puspayoya (politisi PDIP asal Puri Satria yang masih menjabat Wagub Bali) mencapai Rp 5,096 miliar atau hampir Rp 5,1 miliar. Sedangkan kekayaan Cawagub Dewa Sukrawan (Ketua DPC PDIP sekaligus Ketua DPRD Buleleng) mencapai sekitar Rp 1,8 miliar.


Tim KPK yang melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap kekayaan Cawagub Sudikerta kemarin dipimpin Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Dedie A Rachim. Sementara tim KPK yang melakukan verifikasi terhadap kekayaan Cagub Pastika dipimpin oleh Fungsional LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara) Agung Kusnandar. Ketut Sudikerta, Ketua DPD I Golkar Bali yang masih menjabaw Wakil Bupati Badung, terdata memiliki harta kekayaan mencapai Rp 78,8 miliar. Politisi Golkar asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini pun menjadi kandidat terkaya untuk tarung Pilgub Bali 2013. Kekayaan Sudikerta itu berasar hari harta tidak bergerak berupa usaha empat unit hotel yang semuanya berada di wilayah Badung, yakni Hotel The Wangsa, Hotel Wito, 52 Gemilang Hotel, dan The World Hotel. Selain itu, juga harta bergerak berupa mobil dan lainnya. Hartanya meningkat dari saat Sudikerta menjabat Wakil Bupati Badung periode kedua pada 2010 lalu, yang semula Rp 29,9 miliar. Menurut Sudikerta, kenaikan hartanya ini karena naiknya harga saham hotel.

“Semuanya karena kenaikan harga saham hotel mencapai Rp 45,6 miliar. Kemudian, dari harta bergerak berupa mobil dan lainnya. Sehingga tadi KPK mencatat Rp 78.840.204.600 atau Rp 78,8 miliar,” ujar Sudikerta seusai verifikasi kemarin. Namun, verifikasi harta kekayaan Cawagub Sudikerta yang mencapai Rp 78,8 miliar ini belumlah final, demikian pula untuk kandidat lainnya. Menurut ketia tim verifikasi Dedie A Rachim, nantinya para kandidat akan menyampaikan laporan kekayaannya di KPU Bali. “Kita di KPK mencocokan hasil verifikasi kita dengan calon. Ini belum final, nanti silakan dilihat saat pengumuman langsung di KPU Bali,” jelas Dedie Rachim. Sementara itu, Cagub Mangku Pastika tampil sebagai kandidat terkaya kedua dengan harta kekayaan mencapai Rp 7,3 miliar. Sempat diisukan punya perusahaan ‘Pasar Oleh-oleh’, usaha Mai Bus, dan perusahaan Taksi, kekayaan Pastika ternyata hanya ungul sekitar Rp 2 miliar dari Cagub Balu yang diusung PDIP, AA Puspayoga. Berdasarkan verifikasi sementara oleh tim KPK kemarin, harta kekayaan mantan Kapolda Bali dan Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalakhar BNN) berpangkat Komjen Polisi Purnawirawan ini sebesar Rp 7.307.096.080. Jumlah tersebut merupakan harta yang dikumpulkan Pastika selama 40 tahun bekerja. “Jumlah ini hasil kerja saya selama 40 tahun sejak tamat Akabri Kepolisian pada 1974. Kalian belum lahir saat itu,” ujar Pastika kepada wartawan seusai verifikasi harta di rumahnya, Teras Ayung Denpasar Timur, Rabu kemarin.

Kekayaan Cagub Pastika itu berasal dari harta tidak bergerak berupa dua unit rumah di Perumnas kawasan Depok (Jawa Barat) dan di Tangerang (Banten), serta harta bergerak berupa perhiasan emas senilai Rp 125 juta, uang tunai 10.000 dolar AS, tabungan Rp 300 juta, serta kendaraan berupa mobil dan motor Vespa buatan tahun 1980. Harta kekayaan Pastika ini sebagian besar dikumpulkan semasa berdinas di kepolisian. Sejak menjabat Gubernur Bali pada 2008 lalu, harta kekayaan Pastika naik hanya kisaran Rp 1,5 miliar. “Kalau ada kenaikan, itu harta tak bergerak karena kenaikan harga tanah. Ada juga hasil kebun anggur milik di Buleleng,” ujar Gubernur kelahiran Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini. Terkait usaha yang dimilikinya, apakah juga dicatat oleh tim KPK, menurut Pastika, nihil. Pasalnya, Pastika memang tidak memiliki usaha bisnis. Ini berbeda dengan isu miring sebelumnya, di mana Gubernur Pastika dituding punya usaha ‘Pasar Oleh-oleh’, perusahaan Taksi, hingga perusahaan angkutan ‘Mai Bus’.

“Nggak ada itu usaha ‘Pasar Oleh-oleh’, perusahaan bus dan taksi juga nggak ada. Kalau perusahaan ‘Mai Bus’ yang diisukan punya saya itu adalah milik Agus Suradnyana (Bupati Buleleng),” tegas Pastika. Soal komitmen pejabat atau Cagub-Cawagub terhadap korupsi, Pastika menyebut di era sekarang siapa pun tidak berani korupsi. “Siapa yang berani korupsi zaman sekarang, ayo? Korupsi tidak sesuai dengan nilai-nilai moral. Saya rasa nggak ada yang berani korupsi zaman sekarang korupsi,” tandas Gubernr yang dalam 4 tahun kepemimpinannya berhasil menaikkan APBD Bali dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 4 triliun lebih ini. Sementara itu, Fungsional LHKPN, Agung Kusnandar, menyatakan seluruh harta kekayaan yang diverifikasi di rumah Cagub Pastika kemarin merupakan hasil kerja yang dilpaorkan kandidat bersangkutan sejak menjadi polisi tahun 1974. “Kalau dari hasil usaha nihil,” papar Agung Kusnandar. 

sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen