Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Tak Ada Rekomendasi, Pilkada Denpasar Terancam Deadlock

Tak Ada Rekomendasi, Pilkada Denpasar Terancam Deadlock

Written By Dre@ming Post on Selasa, 25 Agustus 2015 | 7:04:00 AM

Informasi yang dihimpun di kalangan Koalisi Bali Mandara (KBM), sebenarnya ada dua pasangan alternatif yang sudah dibahas sebagai kandidat Calon Walikota (Cawali)-Calon Wakil Walikota (Cawawali) ke Pilkada Denpasar 2015, yakni Made Arjaya-Ketut Rochineng dan Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri. Namun, belum satu pun dari dua paket alternatif ini yang direkomendasi, setelah buyarnya pasangan Ketut Suiwandhi-Made Arjaya. Made Arjaya yang didorong KBM menjadi kandidat Cawali Denpasar untuk tarung Pilkada, 9 Desember 2015, merupakan politisi militan PDIP mantan Ketua Komisi I DPRD Bali dua periode (2004-2009, 2009-2014). Sedangkan Ketut Rochineng merupakan birokrat asal Denpasar Barat kelahiran Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali
DENPASAR - Pilkada Denpasar 2015 terancam deadlock alias ditunda hingga 2017. Masalahnya, KPU gagal lakukan penetapan pasangan calon untuk Pilkada Denpasar 2015 sesuai agenda, Senin (24/8), karena hanya ada satu paket incumbent milik PDIP, IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara. Sedangkan pasangan I Made Arjaya-I Ketut Rocineng yang diwacanakan akan diusung Koalisi Bali Mandara (Golkar-Demokrat-Gerindra), hingga kini belum dapat rekomnendasi dari DPP masing-masing parpol.

Informasi yang dihimpun di kalangan Koalisi Bali Mandara (KBM), sebenarnya ada dua pasangan alternatif yang sudah dibahas sebagai kandidat Calon Walikota (Cawali)-Calon Wakil Walikota (Cawawali) ke Pilkada Denpasar 2015, yakni Made Arjaya-Ketut Rochineng dan Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri. Namun, belum satu pun dari dua paket alternatif ini yang direkomendasi, setelah buyarnya pasangan Ketut Suiwandhi-Made Arjaya. Made Arjaya yang didorong KBM menjadi kandidat Cawali Denpasar untuk tarung Pilkada, 9 Desember 2015, merupakan politisi militan PDIP mantan Ketua Komisi I DPRD Bali dua periode (2004-2009, 2009-2014). Sedangkan Ketut Rochineng merupakan birokrat asal Denpasar Barat kelahiran Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali.

Sebaliknya, AA Ayu Rai Sunasri merupakan Srikandi Golkar asal Puri Gerenceng, Denpasar. Politisi yang juga pengusaha perhotelan ini kini menjabat sebagai Sekretaris DPD II Golkar Denpasar. Rai Sunasri sebelumnya ikut berproses uji kandidat di internal KBM, yang melibatkan 11 akademisi bergelar Profesor dan Doktor. Semula, KBM sudah resmi mendaftarkan pasangan Ketut Suwandhi-Made Arjaya ke KPU Denpasar sebagai kandidat kontestan Pilkada 2015. Namun, Ketut Suwandhi—politisi senior Golkar berjuluk Jenderal Kota yang kini Ketua Komisi II DPRD Bali 2014-2019---pilih tidak lanjutkan tahap lengkapi syarat pencalonan, dengan dalih tak sudi tarung melawan incumbent yang dianggap curang galang dukungan gunakan duit APBD. Menurut sumber, internal KBM kurang sreg usung Rai Sunasri sebagai tandem Arjaya, karena elektibilitasnya kalah dibanding Ketut Rochineng. “Pembuktiannya dengan survei. Ternyata, berdasarkan survei, Rai Sunasri kalah dari Rochineng. Jadi, kecil kemungkinan majunya paket Arjaya-Rai Sunasri,” ujar elite KBM tersebut, Senin kemarin. Maka, peluang untuk diusung KBM sebagai Cawali-Cawawali Denpasar ke Pilkada 2015 terbuka untuk paket Arjaya-Rochineng. Namun, pengusungan Arjaya-Rochineng juga terkendala. Masalahnya, baik Arjaya maupun Rochineng sama sekali bukan representasi dari KBM yang digagas Golkar-Demokrat-Gerindra. Sebab, Arjaya adalah kader PDIP, sementara Rochineng figur non kader.

“Tak satu pun ada kader partai dari KBM, karena Arjaya dan Rochineng sama-sama diposisikan independen. Ini juga tidak bisa diterima kalangan KBM, terutama para elite Golkar dan Demokrat. Maklum, kader Golkar dan Demokrat tidak terakomodasi,” katanya. Karena situasi runyam seperti ini, hingga Senin kemarin belum ada rekomendasi dari DPP Golkar, DPP Demokrat, dan DPP Gerindra untuk mengusung paket Arjaya-Rochineng maju ke Pilkada Denpasar 2015. Itu artinya, Pilkada Denpasar terancam deadlock, meskipun KPU telah membuka kembali pendaftaran pasangan calon pasca gagalnya penetapan, Senin kemarin. Wakil Ketua KBM yang juga Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, menepis jika pihaknya disebut rancang Pilkada deadlock. “Nggak ada deadlock. Kita ini sesingkat-singkatnya akan membuat peket calon. Deadlock nggak ada, karena KBM konsisten ingin memenuhi harapan rakyat supaya ada perubahan di Denpasar,” tegas Mudarta saat dikonfirmasi kemarin.

Mudarta menyebutkan, paket calon yang dijadikan alternatif buat di KBM adalah Arjaya-Rochineng dan Arjaya-Rai Sunasri. “Kita punya waktu sampai KPU memperpanjang waktu pendaftaran. Mudah-mudahan secepatnya bisa difinalisasi,” tandas politisi Demokrat asal Mendoyo, Jembrana ini. Sebaliknya, Ketua Tim Uji Kelayakan Kandidat Calon KBM yang Wakil Ketua DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya, mengatakan paket alternatif Arjaya-Rochineng saat ini masih digodok KBM. Yang jadi persoalan dan memakan waktu lama, kata Wijaya, adalah ketika meminta rekomendasi ke DPP partai pengusung KBM, yakni Golkar, Demokrat, dan Gerindra. “Kalau waktu yang disediakan KPU tidak cukup, Denpasar bisa jadi Pilkada calon tunggal. Saya tidak mengatakan deadlock, bisa jadi baru satu calon,” ujar Wijaya secara terpisah di Denpasar, Senin kemarin. Wijaya mengatakan, sampai kemarin tidak ada satu pun paket calon yang disurvei secara cepat, pasca minggirnya Sang Jenderal Kota Ketut Suwandhi. “Masih alot pembahasannya. Dua-duanya, baik Arjaya-Rochineng maupun Arjaya-Rai Sunasri belum dikonsultasikan ke DPP untuk dimintakan rekomendasi. Kami di KBM masih berproses. Sampai sekarang tidak ada perkembangan apa pun,” ujar politisi senior Golkar asal Desa Kutuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ini. Sementara itu, KPU Denpasar menunda proses tahapan Pilkada 2015 selama tiga hari ke depan, mulai Selasa (25/8) ini. Pasca gagal dilakukan penetapan pasangan calon, Senin kemarin, dilanjut dengan tahapan sosialisasi selama tiga hari. Kemudian, tiga hari berikutnya dilakukan tahap pendaftaran kembali.

Ketua KPU Denpasar, I Gede John Darmawan, mengatakan penundaan tahapan Pilkada disebabkan adanya satu pasangan calon yang tidak memenuhi syarat (Suwandhi-Arjaya). Keputusan penundaan tahapan pun diambil, mengacu Surat Edaran (SE) Nomor 510/KPU/VIII/2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan. “Kami di KPU Denpasar baru menerima SE Nomor 510 ini kemarin malam (Minggu, 23/8) pukul 23.00 Wita,” kata John Darmawan. Berdasarkan SE 510 inilah, KPU Denpasar menggelar rapat pleno secara tertutup, Senin kemarin, yang hasilnya dituangkan dalam berita acara dan diterbitkan Keputusan Penetapan Pasangan Calon. “Calon yang tidak memenuhi syarat mengakibatkan pasangan calon kurang dari dua paket. Maka, KPU hari ini (kemarin) hanya bisa menerbitkan keputusan bagi calon yang tidak memenuhi syarat. Dia adalah Ketut Suwandhi yang kami nyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.

Maka, lanjut John Darmawan, KPU Denpasar putuskan untuk melakukan penundaan tahapan selama tiga hari. Hal ini akan diumumkan ke masing-masing parpol di Denpasar, 25-27 Agustus 2015. Selanjutnya, selama tiga hari yakni 28-30 Agustus 2015, KPU akan melakukan sosialisasi kembali ke masing-masing parpol. “Selanjutnya, 31 Agustus hingga 2 September 2015, dilakukan pendaftaran bakal pasangan calon kembali,” tegas John Darmawan.

Berarti, parpol non pengusung IB Rai Mantra-Jaya Negara memiliki waktu 9 hari untuk menyiapan calon pengganti, menyusul minggirnya Ketut Suwandhi. KBM plus PKS pun masih diperkenankan untuk mengubah koalisinya, termasuk mengubah pasangan calon yang bakal didaftarkan ke KPU. “Jika sampai tiga hari pendaftaran kembali, ternyata tidak juga ada parpol yang mendaftarkan pasangan calon ke KPU, maka kemungkinan besar Pilkada Denpasar akan diundur ke 2017,” jelas John Darmawan. Secara terpisah, Ketua DPD PKS Denpasar, Hilmun Nabi, mengungkap KBM saat ini berkutat ke pada empat nama calon yang akan maju melawan incumben Rai Mantra-Jaya Negara. Keempat nama tersebut adalah Made Arjaya (kader PDIP), AA Susruta Ngurah Putra (kader Demokrat), AA Ayu Rai Sunasri (kader Golkar), dan Ketut Rchineng (non kader).

“Made Arjaya sudah memenuhi syarat, tinggal sekarang cari satu orang saja,” ujar Hilmun Nabi, Senin kemarin. Secara pribadi, Hilmun mengakui sosok Susruta Ngurah Putra yang paling pas maju bersama Arjaya. “Kami ingin sosok Susruta yang maju, karena sepak terjangnya sudah kita tahu di DPRD Denpasar,” jelasnya. Susrutha Ngurah Putra sendiri merupakan politisi asal Puri Gerenceng yang kini Ketua Fraksi Demokrat DPRD Denpasar 2014-2019.











sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Meraih 137 Emas Badung Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov 2017

Wagub Ketut Sudikerta menyerahkan piala kepada juara umum saat upacara penutupan, di lapangan Astina Raya, Gianyar Bali ,Sabtu (23/9/2017...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen