Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Siapa DPD Golkar Berikutnya?, Gunawan Didorong Tantang Sudikerta

Siapa DPD Golkar Berikutnya?, Gunawan Didorong Tantang Sudikerta

Written By Dre@ming Post on Selasa, 17 November 2015 | 6:54:00 AM

Wayan Gunawan, Wayan Geredeg, Sugawa Korry, Ketut Sudikerta.Kandidat Wayan Geredeg dan Gunawan ngaku belum dapat undangan hadiri Musda Golkar Bali, 18 November
DENPASAR - Satu lagi politisi senior yang kemungkinan maju ke arena Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bali untuk tantang kandidat incumbent Ketut Sudikerta berebut kursi Ketua DPD I Golkar Bali. Dia adalah I Wayan Gunawan, Ketua DPD II Golkar Bangli yang mendapat dorongan kuat dari rekan-rekannya sesama Fraksi Golkar DPRD Bali.

Nama Wayan Gunawan yang kini Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, baru muncul ke bursa calon Ketua DPD I Golkar Bali, Senin (16/11). Politisi senior asal Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli ini mendapat dorongan untuk maju ke Musda Golkar Bali dari rekan-rekannya di internal Dewan. Dia dianggap punya potensi dan bisa jadi kuda hitam di Musda Golkar Bali.

Sebelum munculnya nama Wayan Gunawan, sudah ada dua kader senior Beringin yang digadang-gadang akan maju ke Musda Golkar Bali guna menantang Ketut Sudikerta dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Bali periode 5 tahun ke depan. Mereka masing-masing Nyoman Sugawa Korry (Ketua DPD II Golkar Buleleng) dan I wayan Geredeg (Ketua DPD II Golkar Karangasem).

Sugawa Korry merupakan politisi senior Golkar asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bali, selain jadi Ketua DPD II Golkar Buleleng. Sedangkan Wayan Geredeg adalah politisi Golkar asal Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Karangasem yang mantan Bupati Karangasem dua kali periode (2005-2010 dan 2010-2015). Selain jabat Ketua DPD II Golkar Karangasem, Wayan Geredeg juga merangkap Wakil Bendahara Umum DPP Golkar versi Munas Nusa Dua. Sebaliknya, Ketut Sudikerta adalah jawara bertagan yang masih menjabat Ketua DPD I Golkar Bali 2009-2015 dan sekaligus Wakil Gubernur Bali.

Sumber di lingkaran Fraksi Golkar DPRD Bali menyatakan, Wayan Gunawan sudah siap berlaga kalau memang mendapatkan dukungan maju ke Musda Golkar huna menantang Sudikerta. Bahkan, Gunawan pun sudah mulai menyusup dan menggalang kekuatan di internal partai. “Gunawan bisa jadi kuda hitam di Musda Golkar Bali nanti, selain Sugawa Korry dan Wayan Geredeg yang selama ini diwaspadai Sudikerta,” ujar seorang anggota Fraksi Golkar DPRD Bali di Gedung Dewan, Niti Mandala Denpasar, Senin kemarin.

Betulkah? Saat dikonfirmasi secara terpisah, Senin kemarin, Gunawan menyatakan dirinya sejauh ini belum mendapatkan undangan dari panitia Musda Golkar Bali. “Ada panitia Musda? Atau sudah dijadwalkan? Saya selaku Ketu DPD II Golkar Bangli belum dapat undangan ini,” sergah Gunawan.

Ditanya soal dorongan dari kalangan Fraksi Golkar DPRD Bali untuk maju menantang Sudikerta di arena Musda Golkar nanti, Gunawan mengatakan semuanya tergantung kader di bawah. ” Soal menjadi calon itu urusan nanti, tergantung kader di bawah saja. Siapa pun dia yang memimpin Golkar Bali, ya kita dukung,” ungkap Gunawan.

“Semua kader yang memenuhi syarat untuk menjadi ketua, harus berani maju dan berlaga. Soal persaingan, itu biasa. Namanya juga mencari pemimpin di organisasi. Tapi, saya belum tahu lho soal jadwal Musda Golkar,” jelas anggota Komisi I DPRD Bali yang sempat dua kali menjadi Calon Bupati (Cabup) Bangli dari Golkar di pilkada 2005 dan Pilkada 2010 ini.

Sementara itu, jadwal pelaksanaan Musda Golkar Bali masih diliputi ketidakpastian. Sebelumnya, Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical memang sempat memberikan restu kepada Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta, untuk dipercepatnya pelaksanaan Musda Golkar Bali menjadi 18 November 2015. Restu secara lisan itu diberikan Ical saat dilobi khusus Sudikerta di Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban (Kecamatan Kuta, Badung) hingga hotel tempatnya menginap di Kuta, Jumat (13/11) malam.

Hanya saja, hingga Senin kemarin belum ada restu secara tertulis yang diturunkan DPP Golkar kepada DPD I Golkar Bali untuk gelar Musda per 18 November 2015. Hal ini juga diakui Sekretaris DPD I Golkar Bali, Putu Yuda Suparsana. Menurut Yuda Suparsana, DPP Golkar belum menjawab surat yang diajukan DPD I Golkar Bali terkait jadwal Musda 18 November.

“Kita memang sudah dapat restu secara lisan. Cuma, sampai sekarang DPP Golkar belum menjawab secara tertulis surat kita,” ujar Yuda Suparsana saat dihubungi terpisah, Senin kemarin.

Yuda Suparsana menyebutkan, Musda Golkar Bali sebenarnya sudah disiapkan 18 November 2015 dan dilaporkan Ketua DPD Ketut Sudikerta kepada Ketua Umum DPP Ical. Namun, karena belum dapat jawaban tertulis dari DPP Golkar, pengurus dan sekretariat DPD I Golkar Bali tidak berani booking tempat Musda.

“Jangankan booking tempat untuk Musda, jawaban saja belum dapat dari DPP Golkar. Kita nggak berani kalau tidak diberikan jawaban tertulis oleh DPP Golkar,” sebut politisi Golkar asal Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Buleleng ini.

Menurut Yuda Suparsana, Musda Golkar Bali yang semula diusulkan 18 November 2015, bisa berubah tanggal. Bisa saja diundur sehari pelaksanaannya menjadi 19 November 2015 atau entah kapan. “Ya, kapan saja ada surat tertulis dari DPP Golkar, kita siap,” katanya. Karena serba belum pasti, Yuda Suparsana selaku Sekretaris DPD I Golkar Bali juga tidak berani mengundang jajaran DPD II Golkar Kabupaten/Kota se-Bali terkait kehadiran mereka di Musda.

Sementara, kondisi serba tidak pasti soal maju-mundurnya jadwal Musda Golkar Bali, dinilai sekadar manuver politik gaya Sudikerta. Salah seorang kader elite Golkar terang-terangan menyebutkan Sudikerta tengah peragakan strategi kacaukan situasi, supaya calon pesaingnya di musda bingung. Jika sudah bingun, persiapan dan penggalangan kekuatan oleh para rival pun jadi berantakan.

“Ah, gugu to. Care sing nawang Sudikerta dogen (Hah, jangan dipercaya itu. Kayak nggak tahu Sudikerta saja, Red). Musda Golkar sudah disiapkan kok,” ungkap kader elite Golkar yang enggan namanya dikorankan, Senin kemarin.

Sejumlah Ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota yang dihubungi, juga rata-rata mengaku belum menerima undangan hadiri Musda Golkar Bali. Padahal, sesuai berita di media, DPP Golkar restui dipercepatnya Musda Golkar Bali menjadi 18 November 2015.

Kandidat calon ketua DPD I Golkar Bali yang kini masih menjabat Ketua DPD II Golkar Karangasem, Wayan Geredeg, juga mengaku belum dapat undangan hadiri Musda. “Hingga hari ini (kemarin) saya tidak ada dapat undangan kalau Musda Golkar digelar 18 November 2015. Saya sendiri masih di Jakarta ini,” tandas Wayan Geredeg.










sumber : NusaBali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen