Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Bersemayamnya Naga Basuki, Kisah Mistis Pura di Tengah Laut Benoa

Bersemayamnya Naga Basuki, Kisah Mistis Pura di Tengah Laut Benoa

Written By Dre@ming Post on Rabu, 31 Agustus 2016 | 6:32:00 AM

Jero Mangku Widnya
MANGUPURA - Bali memiliki ribuan pura. Tak hanya berada di darat. Sejumlah pura diyakini ada di tengah laut. Satu di antaranya adalah Pura Dalem Karang Tengah.

Pura Dalem Karang Tengah berada di tengah laut, antara Pelabuhan Benoa dan Tanjung, Badung Selatan.

Pura Karang Dalem Tengah tidak lagi tampak di tengah laut, antara Pelabuhan Benoa dan Tanjung.

Awalnya Pura Dalem Karang Tengah berbentuk gundukan batu karang berwarna putih, yang dikelilingi oleh palung laut yang sangat dalam.

Lokasi pura merupakan daerah campuhan (campuran) dari lima aliran sungai.

Yakni Sungai Suwung, Sungai Badung, Sungai Candi Darmada, Sungai Jimbaran, dan Sungai Trora.

Menurut Jero Mangku I Made Widnya, nelayan atau para pedagang yang melewati pura ini selalu menghaturkan canang di lautan yang di-ayat untuk Ida Bhatara Pura Dalem Karang Tengah.

“Dulu kalau lewat sana, saya pasti disuruh menghaturkan canang sama ibu saya, agar selamat di perjalanan. Tiang haturkan canang di atas air, lalu di-ayabin seperti biasanya,” katanya saat di temui di rumahnya di daerah Pesanggaran, Sesetan, belum lama ini.

Tahun 1999, gundukan pura ini dikeruk oleh pihak Pelabuhan Benoa karena dianggap menganggu proses berlabuhnya kapal.

Namun selama proses pengerukan banyak kejadian aneh.

Yaitu alat pengeruk yang tidak dapat bergerak.

Bahkan sampai didatangkan teknisi mesin dari luar negeri.

Tidak hanya itu, kapal yang digunakan oleh Jero Mangku Made Widnya untuk berpatroli juga sempat mengalami kejadian aneh di sana.

“Entah menabrak apa, kapal patroli KPLP 321 yang saya tumpangi, pecah di bagian bawahnya, air laut menerobos masuk, untungnya tidak tenggelam,” kenang Jero Mangku Widnya yang saat itu bekerja sebagai teknisi mesin di kapal tersebut.

Perlahan proses pengerukan berjalan sedikit demi sedikit.

Saat ini hanya menyisakan daratan bundar batu karang putih yang merupakan dasar Pura Dalem Karang Tengah.

Kira-kira berdiameter 25 meter dan masih tetap dikelilingi palung laut yang dalam.

Untuk menghaturkan canang atau sesaji pihak Pelabuhan Benoa membuat sebuah pelinggih penyawang Pura Dalem Karang Tengah di kawasan selatan pelabuhan di bawah Pohon Beringin, berdekatan dengan Pura Segara Pelabuhan Benoa.

Menurut Jero Mangku Made Mega, Pura Dalem Karang Tengah ini merupakan pura yang sangat disegani oleh para pelaut dan nelayan.

Ia menjelaskan yang melinggih (bersemayam) di sana ialah manifestasi Ida Sang Hyang Widhi di samudera.

Yakni Ida Sang Hyang Baruna penguasa lautan, beserta manifestasi lainnya, seperti Nagendra (naga Indra ) Raja Ular, Naga Basuki dan lain sebagainya.

Sisa bangunan pura ini dapat dilihat dari Pelabuhan Benoa, atau di ujung selatan Serangan di sore hari, satu hari setelah Hari Raya Purnama.

Tapi tidak dapat melihat secara utuh hanya sekilas saja karena terhalang oleh permukaan air laut.

Ia juga menjelaskan di daerah Pura Dalem Karang Tengah banyak kapal yang pernah karam, tapi saat ini seluruh bangkai kapal telah diangkat dan dibersihkan.

Selain menjadi pemangku Jero Mangku, Made Mega juga bekerja sebagai nelayan.

Kadang ia menangkap ikan di daerah Pura Dalem Karang Tengah, karena palung yang mengelilingi pura memiliki potensi ikan yang tinggi.

“Angker sekali rasanya di sana, auranya berbeda, paling satu kali nyau saja, setelah itu saya mencari tempat lain, ten bani tiang mekelo (tidak berani saya lama-lama)," ujar Jero Mangku Made Mega di rumahnya Banjar Kawan, Desa Pakraman Serangan, Denpasar Selatan.

Perlu diketahui, seperti yang dikutip dari mantrahindu.com, Basuki adalah naga atau ular yang muncul dalam kepercayaan Hindu dan Buddha.

Ia adalah ular milik Dewa Siwa dan juga satu dari delapan Nagara Raja Agung dalam mitologi Cina dan Jepang.

Naga Basuki adalah satu tokoh yang terlibat dalam cerita rakyat Bali.

Naga Basuki digambarkan seperti ular yang mengenakan mahkota emas dengan hiasan berlian di kepala.






sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 jam yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen